Unit Usaha PONDOK MADU
10 Juni 2020
Laporan Kewirausahaan Medan, Juni 2020
KEWIRAUSAHAAN PONDOK MADU
Dosen Penanggung jawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Oleh :
Anderson Sitorus
191201178
HUT 2A
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan Kewirausahaan yang berjudul “Kewirausahaan Pondok Madu”. Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas Kewirausahaan, Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Dalam penyelesaian laporan ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen penanggungjawab mata kuliah Kewirausahaan, Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si yang telah mengajarkan materi kuliah, begitu juga dengan Bapak Cahyo Pramono yang telah membantu dan membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas kuliah Kewirausahaan.
Penulis sadar bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna, baik segi penyusunan, bahasa, maupun penulisannya. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca guna menjadi acuan agar penulis bisa menjadi lebih baik lagi untuk selanjutnya. Akhir kata, penulis berharap semoga laporan Kewirausahaan ini bermanfaat untuk perkembangan dan peningkatan ilmu pengetahuan. Terima kasih.
Medan, Juni 2020
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Konsumsi madu di Indonesia kurang lebih 10 gr/kapita/tahun, namun
kenyataannya produksi madu hanya mampu memenuhi sekitar 3 gr/kapita
/tahun (Murtidjo, 2011). Besarnya permintaan terhadap madu terus meningkat
dan peningkatan ini belum dapat diimbangi oleh kemampuan industri
perlebahan dalam meningkatkan produksi madu, sehingga untuk mengatasi
kondisi tersebut maka pengembangan usaha lebah madu perlu dilakukan
(Adalina, 2008). Harga dari produk lebah yang mahal, biaya produksi yang
relatif murah, pemeliharaan yang mudah dan kondisi alam yang mendukung
merupakan peluang besar yang perlu mendapatkan perhatian.Usaha pengembangan lebah madu merupakan salah satu usaha potensial untuk
dikembangkan sebab Indonesia memiliki areal hutan yang cukup luas (193 juta
hektar). Bila hutan tersebut dimanfaatkan untuk pemeliharaan lebah madu secara
intensif maka Indonesia dapat menjadi salah satu negara pemasok madu cukup besar.Selain areal hutan yang luas, Indonesia juga memiliki kondisi agroklimat
tropis dan beraneka ragam jenis tumbuhan sebagai sumber pakan lebah sehingga
terdapat berbagai jenis lebah asli Indonesia. Pemeliharaan lebah madu juga tidak
hanya menguntungkan secara ekonomis, tetapi juga mampu menciptakan lapangan
kerja, sekaligus menunjang produktivitas perkebunan dan hortikultura
(Anonimus, 2007 a).
Di Indonesia sentra perlebahan masih ada di sekitar Jawa meliputi daerah
Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dengan jumlah produksi sekitar 2000–2500
Ton untuk lebah budidaya. Kalimantan dan Sumbawa merupakan sentra untuk madu
dari perburuan lebah di hutan. Sedang untuk sentra perlebahan dunia ada di CIS
(Negara Pecahan Soviet), Jerman, Australia, Jepang dan Italia.
1.2 Profil Usaha
Hasil
yang didapat dari wawancara saya dengan pemilik usaha Pondok Madu adalah sebagai
berikut:
Profil Usaha
Usaha Pondok Madu beralamat di jl. Dr. Mansyur No. 53 Medan. Pondok
Madu didirikan oleh Bapak Cahyo Pramono pada tahun 2012 dan sampai sekarang
telah memiliki 2 cabang yaitu cabang 1 di Jl. Krakatau no. 53A dan cabang 2 di Jl.
Jend. Besar A.H. Nasution No. 33. Pada setiap cabang usaha Pondok Madu memiliki
satu orang karyawan. Usaha ini beroperasi pada pukul 09.00-20.00 WIB.
Siapa di dunia ini yang tak kenal madu? Rasanya yang manis dan beraroma khas itu diminati banyak orang. Selain rasanya yang manis, madu mengandung nutrisi yang berkhasiat untuk dikonsumsi semua orang. Saat ini, usaha penjualan madu kian dilirik menjadi salah satu usaha yang menjanjikan.
Pondok Madu. Inilah nama salah satu toko pertama yang khusus menjual madu di Kota Medan, tepatnya di Jl.Dr.Mansyur. Toko ini didirikan pada bulan April 2012 lalu. Meskipun masih terhitung baru, toko madu ini sudah banyak diminati oleh kalangan mahasiswa dan orangtua yang mengerti benar manfaat madu bagi kesehatan. Pondok Madu ini merupakan usaha keluarga yang didirikan oleh Bapak Cahyo Pramono, yang juga seorang Dosen USU sekaligus Manajer Marketing Hotel Niagara dengan memiliki empat karyawan yang masih memiliki hubungan keluarga.
Ketika kita masuk kedalam toko Pondok Madu kesan pertama yang kita rasakan adalah aroma madu yang khas serta jajaran botol madu yang disusun secara rapi di dalam pahatan kayu berbentuk heksagon, menggambarkan suasana madu disarang lebah yang masih segar.
“Pada dasarnya hanya ada dua, madu hutan dan madu ternak”, ungkap Ibu Koni, salah satu karyawan yang menjaga toko saat kedatangan kami. Madu Hutan didapat dari para peternak lebah madu hutan yang terdiri dari berbagai jenis pohon tualang didaerah Hutan Riau sedangkan madu ternak diternakkan di berbagai jenis pohon. Misalnya madu karet, lebahnya diternak di kebun karet, kalo madu rambutan diternak di kebun rambutan. “Kalau madu kelengkeng, ya diternak di kebun kelengkeng juga”, ungkap Ibu koni sambil menunjukkan berbagai madu curah yang disajikan didalam tong aluminium dibelakang tempat duduknya.
Madu tersebut disajikan untuk para konsumen yang ingin membeli madu dalam hitungan kiloan bukan per kemasan seperti madu-madu lain yang dijual di toko lain. Madu curah ini dijual dengan harga sekitar Rp.110.000 – Rp.150.000 perkilogramnya.

Nah, uniknya Pondok Madu ini tidak hanya menjual produk madu lokal saja, tetapi juga madu produksi dari berbagai negara seperti Capilano asal Australia, As Shifa asal Jeddah, GiantB asal Malaysia, Khaula asal Iran, Giant Honey asal Thailand, Bee Easy asal Jerman, Langnese asal Belgia, Zummerse asal Belanda, dan Knotts asal Amerika. Akan tetapi, ibu koni mengaku kalau meskipun banyak produk impor, konsumen yang datang ke toko ini tetap saja mencari produk madu lokal. Salah satu contoh Madu Lokal yang banyak diminati adalah Madu Pohon Raja.
Walaupun masih terhitung baru dalam dunia usaha, toko yang buka dari pukul 08.00-22.00 ini sudah sering pula mengikuti pameran kesehatan. Seperti baru-baru ini, Pondok Madu mengikuti kegiatan sosial dari Salah satu Bank, termasuk juga diundang oleh PMI. karena “Produk kita kan termasuk produk kesehatan yang baik dan banyak diminati masyarakat,” ujar ibu Koni dengan senyum ramah.
Ibu Koni juga membagi tips-tips untuk membedakan mana madu yang asli dengan yang tidak asli. Secara sederhana, kita bisa mengetahuinya dari warnanya. Madu yang asli warnanya akan homogen (sama) walaupun dia mengkristal (mengendap). Sedangkan madu yang palsu, warnanya akan terlihat berbeda warna. “Karena bisa jadi ada campuran gula” ujar ibu koni. Aroma juga bisa menunjukkan kualitas madu. Madu asli akan mengeluarkan gembung udara yang halus secara perlahan dan wanginya khas apabila dikocok.Madu memang telah lama menjadi salah satu alternatif kesehatan alami bagi masyarakat indonesia. Ibu Koni mengatakan, “dengan mengkonsumsi madu kita berarti kembali ke bahan alami.” Banyak khasiat yang terkandung dalam madu untuk mengobati berbagai macam penyakit bagi semua umur. Mulai dari pertumbuhan bayi, asam lambung, antioksidan bahkan menurunkan kolesterol. Bagaimana, tertarik membuka usaha yang menyehatkan ini?
BAB II
PRESTASI USAHA DAN KIAT SUKSES
Kesuksesan yang diperoleh Bapak Cahyo dari hasil usaha pabrik tahu antara lain :
• Mempunyai rumah yang besar
• Mempunyai beberapa rumah kontrakan
• Mempunyai cabang cabang usaha lain di berbagai provinsi di Indonesia contohnya: Riau dan di Kalimantan.
2.2 Kiat Sukses
Kesuksesan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu dan proses yang lama untuk mencapai kesuksesan. Tips sukses dari Bapak Cahyo yaitu :
• Yakinkan dirimu. Percaya diri dan bekerja keras.
• Persiapkan usaha yang akan dijalankan dengan matang.
• Buat visi dan misi yang jelas dan pasti dalm usaha
• Tetap berdoa dan berusaha, karena yang menentukan itu Tuhan sendiri.
• Selalu jaga mutu usaha agar usaha tidak mengalami kerugian.
BAB III
KIAT, TEKNIK DAN INOVASI
3.1 Kiat, Teknik dan Inovasi dalam menghadapi COVID-19
Di masa pandemi ini usaha Pondok madu ini sedikit mengalami peningkatan produksi dikarenakan meningkatnya permintaan konsumen.
Usaha yang kita kerjakan sesuai passion maka usaha tersebut akan lebih membuat senang ketimbang dengan usaha yang tidak sesuai passion dan kemauan kita. Kreatifitas adalah kunci agar usaha yang kita kerjakan menjadi menarik bagi konsumen. Bisa dimulai dengan harga misalnya, atau bisa juga dengan spanduk usaha kita. Semua kreatifitas tergantung pemikiran dan warna warni suatu teknologi. Misalkan pun kita menjual produk secara online maka ada baiknya kita tidak monoton ke penjualan secara langsung seperti di pasar. Sebaiknya kita lebih kreatif dalam menarik minat konsumen dan membuat perbincangan se-detail mungkin agar produk tersebut dapat laku terjual.
Instagram dan Facebook sangat bisa diandalkan dalam dunia bisnis di era digital ini. Jika kita ingin produk kita terlihat menarik oleh konsumen maka sebaiknya kita menjual barang dengan produk yang menjamin dan harga yang sedikit lebih murah dibandingkan pengusaha lain. Kreatif itu bukan sekedar pola pikir saja, tetapi penerapannya juga harus dilakukan.
Oleh karena itu untuk menyikapi agar tidak terjadi bangkrut kita juga harus memperhatikan mutu dan pengolahan produksi serta memantau para karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya.
Dalam menghadapi COVID-19, sebagai pengusaha yang bijaksana, juga harus tetap menaati peraturan pemerintah yaitu dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Memakai masker dan sarung tangan
2. Selalu menjaga kebersihan dan kesehatan
3. Mengurangi waktu jam kerja.
KESIMPULAN DAN SARAN
k Kesimpulan
1. Kewirausahaan adalah proses
menciptakan nilai dengan mengumpulkan beberapa sumberdaya yang bersifat unik
yang dimiliki oleh seseorang untuk digunakan sebagai modal untuk mengambil
kesempatan bisnis yang ada.
2. Kesuksesan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu dan proses yang lama untuk mencapai kesuksesan
3. Usaha Pondok Madu merupakan usaha yang memiliki prospek ke depan yang
cerah.
3 4 .Usaha yang kita kerjakan sesuai passion maka usaha tersebut akan lebih membuat senang ketimbang dengan usaha yang tidak sesuai passion dan kemauan kita. Kreatifitas adalah kunci agar usaha yang kita kerjakan menjadi menarik bagi konsumen.
5. Kendala yang sering dihadapi
usaha Pondok Madu adalah keterlambatan pengiriman produk dari distributor.
6. Usaha Pondok Madu mendapat
pendapatan yang cukup besar yaitu sekitar
Rp. 8.135.000 perbulan.
SSaran
Adapun saran dalam praktikum ini adalah
sebaiknya praktikan dalam melakukan wawancara dapat lebih serius dan pada
saat praktikum agar menjaga sikap terhadap asisten yang sedang menjelaskan
materi .
Mantapp👌
BalasHapusMantap sangat menginspirasi
BalasHapusOke
HapusThank you
Mantap
BalasHapusHehehehhe
HapusInformasinya sangat membantu
BalasHapusThanks
HapusBagus dek. Idea yg cemerlang
BalasHapusTingkat kan lagi idea idea yg gemilang
Oke kakak
HapusBagus👍 tingkatkan prestasinya😊😊
BalasHapusAsyiaapp
HapusSungguh informasi yang sangat menarik
BalasHapusTerima kasih kawan
HapusGood
BalasHapus